Saturday, August 15, 2009

Petua: teknik minum air

petua teknik minum air daripada seorang nenek yang comel

salam

aku berlindung pada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk
dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
ampunilah dosa2ku dan dosa2 kalian yang membaca

saje2 nak kongsi

ni petua dari seorang nenek yang saya dah lama jumpa tapi baru je kelmarin bertegur sapa

pertama kali saya mendengar dari mulut nenek tu cerita pasal elemen air dalam badan kita menjadi tulang
(nampaknya saya sering ketinggalan ke blakang)

then nenek tu memberi tips cara minum air,
dengan cara yang baik, air menjadi tulang dengan sempurna

pertama sebelum minum baca bismillah, then minum sedikit

setelah minum sedikit, baca bismillah hirrahman, then minum sedikit

kemudian bacalah bismillah hirrahmaanirrahim, then minum mcm biasa

nenek tu sudah menjangkau umur 70's tapi tidak punyai penyakit seperti darah tinggi, kencing manis etc
die kate selain amalan ini, untuk mendapat kesihatan yang baik, die mengamal bacaan quran dan bangun malam (ni biasa kite dengar keberkesanannya)

die mendapat teknik ini semasa berusia 30's dari seorang makcik or guru ngaji yang mendalami ilmu tasawuf

nenek tersebut sangat comel kerana manis dari segi muka dan percakapan

tidak sombong dan meninggi suara juga berhati2 apabila berbicara agar tidak menyinggung orang lain...

uish comelnyerrr

bila lah nak jadi comel macam nenek nihhh
(saje merepek sebentar)

Sumber: http://forum.atasbawah.com/redirect.php?tid=707&goto=lastpost#lastpost

Sunday, August 09, 2009

Doa Elak Selsema Babi

FW: HARI BERLALU TANPA ARTI



"Hiduplah semaumu, kamu pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang kamu suka, kamu sendiri akan menjauhinya. Berbuatlah sekendakmu, pasti mendapatkan balasannya dan kamu sendiri yang bertanggung jawab".
(Hr. Thabrani)

Sahabat, telah panjang perjalanan yang kita lalui, tak terhitung berapa tempat telah kita singgahi, tak tergambar berapa jumlah hari-hari yang telah terlewati dan tak dapat kita ketahui berapa desah napas yang keluar dari mulut kita setiap hari. Sungguh, kalaulah bukan karena anugerah dan limpahan kasih sayang Allah, tak mungkin kita mampu melawati semua keindahan itu. Tetapi disekian begitu banyaknya orang yang bersyukur, tidak kalah banyaknya orang yang kufur. Disekian banyaknya orang yang taat, tidak kalah hebatnya orang-orang yang sesat dan disekian banyaknya orang-orang yang merambah kejalan taubat, masih terlihat juga orang-orang yang tetap dalam maksiat.

Telah berlalu begitu banyak peristiwa yang kita saksikan. Seperti; hancurnya setiap kepongahan, leburnya tirani kesombongan bahkan peristiwa kematian yang mengharukan. Namun semua kejadian itu tak jua membuat kita bergerak untuk merenungkannya, sepertinya itu hanya rangkaian tragedi hidup yang biasa; seperti drama panggung yang dipertontonkan. Renungkanlah nasehat Imam Hasan Basyri: "Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu hanyalah merupakan kumpulan dari hari-hari, setiap kali hari berlalu akan berlalu pula bagian umurmu".

Sahabat, para ahli bijak mengungkapkan; manakala manusia dibangkitkan dari kubur dan dipaparkan apa yang telah di perbuatnya untuk diberikan balasan, ahli surga akan dimasukan ke dalam surga dan ahli neraka akan di masukan kedalam neraka. Saat itulah mereka yang di masukan kedalam neraka berharap kalau-kalau mereka dikembalikan lagi ke dunia untuk berbuat baik, tetapi semua itu hanyalah kesia-siaan. Karena masa berbuat kebaikan telah habis dan saat pembalasan telah datang. Sejalan dengan ungkapan Allah lewat firman-Nya:

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam; mereka tidak di binasakan sehingga mereka mati dan tidak )pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Rab kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ?. Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun". (Al-Fathir:36-37).
Apa yang dapat kita ambil dari sumber yang maha benar ini. Sebuah peringatan dari yang maha benar, yaitu penyesalan dipenghujung hari, tetapi tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, dan kita tak lagi mungkin dapat kembali. Allah telah culup memberikan kesempat kepada setiap manusia yang memungkinkannya melaksanakan apa yang telah diwajibkan-Nya. Maka akibat dari kelalaian itu, hanya penyesalan yang kita dapatkan, hanya kesengsaraan yang kita rasakan dan kesakitan yang selalu kita dapatkan. Bertaubalah sebelum azal datang menjelang.

Sahabat, dalam pertukaran malam dan siang, ada pelajaran yang seharusnya kita pikirkan, ada kebaikan yang mestinya selalu bertambah dalam keseharian, dan ada kesadaran yang sejatinya semakin kita perlihatkan. Sebab setiap bergulirnya hari, tetapi tak ada perbaikan pada diri, berapa lamapun kita hidup semuanya tidak akan mempunyai arti. Para ulama menganggap, suatu pengingkaran terhadap nikmat dan pendurhakaan terhadap zaman, apabila hari berlalu tanpa dapat dimanfaatkan untuk meraih kebaikan. Seorang penyair berkata: "Bila hari berlalu dihadapanku,sedang aku tidak dapat mengambil petunjuk dan ilmu darinya, maka ia bukanlah umurku"

Semoga Allah menjadikan kebaikan pada hari-hari yang terlewati, menghadirkan kemudahan bagi jiwa untuk selalu mensucikan diri, mengampuni setiap kelalaian yang kerap menyelimuti hati. Abu Bakr Ash-Shiddiq ra selalu berdoa; "Ya Allah, janganlah Engkau membiarkan kami dalam kesengsaraan, dan janganlah engkau menyiksa kami karena kelalaian, serta janganlah Engkau menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang lalai".

FW:KEBAHAGIAAN SEORANG SUAMI

KEBAHAGIAAN SEORANG SUAMI
 
Seorang lelaki telah berumah-tangga dengan seorang wanita solehah. Hasil dari perkahwinan ini pasangan tersebut telah dikurniakan beberapa orang anak lelaki dan perempuan, kehidupan mereka sekeluarga sungguh bahagia dan sejahtera.

 
Si isteri sewaktu hidupnya, adalah seoarang wanita yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia dan rajin beribadah, ia juga adalah isteri yang setia dan taat kepada suaminya, seorang ibu yang penyayang dan sebaik-baik pendidik kepada anak-anak-anaknya.

 

Rumah tangga yang indah ini kekal selama 22 tahun, sehinggalah si isteri meninggal dunia. Setelah jenazah si isteri diuruskan dengan sempurna, disolatkan dan dikebumikan, maka semua ahli-keluarga, saudara-mara dan kaum-kerabat berhimpun di rumah si suami untuk mengucapkan ta'ziah. Kesemua yang berhimpun itu mahu mengucapkan kata-kata yang boleh meringankan dan  mengurangkan rasa pilu dan kesedihan si suami kerana kehilangan isteri yang paling dikasihi dan dicintai.
 
Namun demikian, sebelum sempat sesiapapun berkata-kata, si suami telah berkata:
" semoga tidak ada sesiapapun dari kamu yang mengucapkan ta'ziah kepadaku sebaliknya dengarlah kata-kata ku ini."
 

Semua yang berhimpun terkejut dan terdiam dengan kata-kata si suami itu..
 
Si suami meneruskan kata-katanya:
" Demi Allah yang tiada AIlah yang berhak disembah melainkan-Nya, sesungguhnya hari ini adalah hari yang paling bahagia dan gembira bagiku, lebih gembira dan bahagia dari malam pertamaku bersama isteriku itu.
 
Maha Suci Allah Ta'ala, sesungguhnya isteriku itu adalah sebaik-baik wanita bagiku, kerana ia sentiasa mentaatiku, menguruskan diriku dan anak-anakku dengan sebaik-baiknya dan juga ia telah mendidik anak-anakku dengan sempurna. Aku sentiasa bercita-cita untuk membalas segala jasa-baik yang dilakukannya kepada diriku. Apabila ia meninggal dunia aku teringat sebuah hadith Nabi (salla 'Llahu 'alayhi wa aalihi wa sallam);

 
"Mana-mana wanita yang meninggal-dunia sedang suaminya redho kepadanya pasti akan masuk ke dalam Syurga."
[1]
 
Tatkala akan meletakkan jenazahnya di dalam lahad, aku telah meletakkan tanganku di kepalanya dan aku berkata:
"Wahai Allah, Aku sesungguhnya redho kepadanya, maka redhoilah ia." Kulang-ulang kata-kataku itu, sehingga tenang dan puas hatiku..
 
Ketahuilah sekalian, sesungguhnya aku, di saat ini amat berbahagia dan bergembira, tidak dapat ku gambarkan kepada kalian betapa hebatnya kebahagian dan kegembiraan yang ku rasakan ini.

 
Maka barang siapa yang telah bercadang untuk mengucapkan ta'ziah kepada ku atas kematian isteriku itu, maka janganlah kamu melakukannya. Sebaliknya ucapkanlah tahniah kepadaku, kerana isteri telah meninggal dunia dalam keadaan aku redho kepadanya.. Semoga Allah Ta'ala menerima isteriku dengan keredhoan-Nya. "

 

Masyaallah… Alangkah bahagianya mendapat keredhaan suami mcm nie… Adakah kita mampu lakukan seperti yg dilakukan terhadap suaminya sehingga pemergiannya diredhai dan membahgiakan suaminya…. Kebanyakkan sekarang nie ramai gak suami-2 yg redha dan bahagia jika isteri mereka meninggal dunia.tetapi bahagia kerana boleh kawin lagi…

 

Best Regards,

Ahmad Aidil Bin Hj. Abdul Ghani
Contract Admin Department

Kencana HL Sdn. Bhd.

(Part of Kencana Petroleum)

Phone No : 605 - 692 3071


Monday, August 03, 2009

Khairil Halim invites you to connect

this email was sent to you by an automated system - please do not reply directly
Yahoo! Messenger
Join Khairil Halim on Yahoo! Messenger.
Come chat with me, share files and more.

Stay in the loop with all your friends. Get started

  • Stay connected at home, at work, or on the go
  • Have fun with games, emoticons, and more
  • Join a community of over 100 million people from around the world
Join Your Friends
Y! Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
Trouble with the button above? Click the link below or copy and paste it into your browser's address bar:
http://invite.msg.yahoo.com/invite?op=accept&intl=us&sig=Q5InRLisili1GvjxHFoZ3QWS2svEZFsE30N9_cDd0bgYA.q_mw--

Search Engine

Google
Loading...